Jumat, 06 Desember 2019

Suku Dayak Indramayu Yang Tak Ada Kaitannya Dengan Suku Dayak Di Kalimantan

Sejarahnya dari perjalanan saya ke Indramayu untuk menemui suku dayak indramayu adalah berkenaan dengan survey awal dalam mencari isu hukum skripsi. Sebenarnya pada saat itu saya belum mengisi KRS skripsi, tapi saya sudah siap-siap nyusun proposal. Sehingga, bagaikan menjemput bola, saya juga cepet-cepet nyari isu hukum buat bahan skripsi saya. Meskipun pada akhirnya proposal yang saya mau buat berkenaan isu hukum ini batal terlaksana karena tidak ada hukum adat yang yang bisa saya jadikan isu hukum, pertentangan antara das sein dan das sollennya. Namun, semua itu bukanlah hal yang sia-sia disamping dari pengalaman saya yang bisa bertatap muka secara langsung dengan suku dayak indramayu.

Gambar 1
Cerita sebagaimana gambar satu itu gini rek, ini foto bareng tetua adat di sana, sekalinya foto langsung deh dapat gaya yang natural dan terkesan keren bingits☺.... Sebenernya pas mau foto, ada ceritanya mulai dari proses persiapan dan menyingkirkan kecanggungan. Tapi sedapetnya foto untuk menampilkan gaya TOPBGT. Pada foto bisa kita lihat bersama bahwasannya saya foto dengan tetua adatnya. Kalau untuk pakaian memang itu yang dipakai sehari-hari. Sebelum bercerita lebih panjang lagi, saya mau bercerita pengalaman saya untuk bisa bertemu dengan beliau, karena perjuangan untuk bisa berkomunikasi dan mencari informasi sangatlah membutuhkan perjuangan. Oleh karena itu saya membutuhkan bantuan dari warga sekitar, untuk membantu saya berkomunikasi dengan bahasa idramayu.


Gambar 2
 Kalau gambar dua ini ada di depan gapuranya gengs, gapura ini kayak jadi portal atau batas wilayahnya. Tapi di dalam gapura bukan rumah tempat tinggal, tapi kaya tempat berkumpul seperti aula yang tak beratap.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar