Minggu, 25 Desember 2016

Semasa Kecil Dulu

        Masa-masa kecil itu dapat mempengaruhi pribadimu kelak saat dewasa, namun tidak terlepas juga dari faktor internal dan eksternal yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tubuh dan jiwa. Kondisi yang seperti ini bukan hanya saya yang mengalami, tapi semua orang di dunia ini merasakan hal yang sama. Bila bercerita tentang masa kecil dulu, maka akan banyak versi cerita yang dapat terkumpul. Saya pernah mendengar bila diwaktu kecil anda melakukan ini berarti masa kanak-kanak anda bahagia. Merasa kangen? Iya, Bisa ngulang waktu? Engga. Karena waktu yang tidak dapat diputar ulang itulah manfaatkan waktu kanak-kanak dengan hal yang bermanfaat dan biasakan menjadi yang seharusnya anak-abak lakukan. Terpenting lagi jangan mendewasai bila belum saatnya, misalkan anak laki-laki belum dewasa yang dipaksa bekerja fisik yang kenayakan alasannya adalah dorongan faktor ekonomi, kemudian anak perempuan dipaksa berdandan dengan riasan supaya dapat memikat lawan jenis, dan nantinya akan ada laki-laki yang datang melamar ke rumah. Segala sesuatu itu ada waktunya dan jangan dipaksakan, bila diibaratkan seperti tunas kelapa itu tidak mungkin langsung berbuah kelapa, sebab tunas tersebut harus tumbuh dan berkembang supaya menjadi pohon kelapa lalu berbunga dan berbuah.
        Di waktu kecil dulu apa yang tidak mungkin terasa mungkin dengan berimajinasi. Berimajinasi itu muncul ketika anak ditontonkan secara audio visual yang kemudian terekam di memori anak, misalnya salah satu contohnya yaitu televisi. Tayangan televisi yang sering saya tonton di hari minggu pagi seperti digimon, avatar, dll. Dulu saya pernah berimajinasi, setelah saya selesai menonton serial anak yaitu digimon, kemudian saya berkelana di kebun belakang rumah lalu entah kenapa terasa ada bayangan samar-samar di belakang pohon. Setelah itu saya mencoba mendekati dan melihat hal apa yang terjadi di sana, sebab keingintahuan yang besar akhirnya sampai juga di belakang pohon tersebut. Kemudian saya mengumpulkan keberanian untuk mendekati semak-semak yang ada di sana, betapa terkejutnya saya ketika semak-semak yang terdiri dari daun-daun mangga yang sudah kering itu di dalamnya ada telur sebesar buah kelapa yang masih utuh. Tidak berpikir lama telur itu saya ambil kemudian saya masukkan ke dalam rumah. Untuk membantu proses penetasan telur itu saya hangatkan dengan panas dari lampu kamar ditambah selimut yang saya taruh di sekitar telur tersebut. Selang dua minggu akhirnya telur itu menetas dan muncul anak digimon hingga pada akhirnya kami berteman akrab. Begitulah imajinasi yang saya pikirkan dulu, sebab masa anak-anak itu penuh dengan imajinasi dan itu hanya bisa kamu rasakan di waktu kanak-kanak, tentunya yang orang dewasa tidak rasakan. Untuk versi cerita di waknu kecil dulu yang masih terkenang adalah ketika saya setelah menonton acara tv serial anak yaitu Avatar, saya pingin banget rasanya bisa mengendalikan air, angin, api, dan udara. Saking pinginnya saya mencoba menghafalkan gerakan-gerakan dalam pengendalian elemen-elemen itu tadi. Hingga klimaksnya setelah selesai sholat saya berdoa Kepada Allah SWT supaya diberikan kekuatan mengendalikan elemen-elemen tersebut. Tapi doa yang seperti itu namanya terlalu memaksa, sebab di waktu kecil saya juga belum terlalu mengerti tentang hal tersebut. Masa kecil memang penuh dengan cerita dan keinginan yang unik dimana pada saat itu belum bisa mengontrolnya.
       Menikmati masa-masa saat kanak-kanak dulu membuat kita tumbuh dengan tidak melampaui proses sehingga dengan alur yang ada, kita bisa terus berproses hingga akhirnya menuju kedewasaan. Saya merasa kangen dengan waktu kecil dulu dan semua orang pun juga merasakan hal yang sama. Tapi pada kenyataannya waktu itu tidak dapat diulang, namun terus bergerak maju. Sehingga menjadi pribadi yang lebih baik dengan bertambahnya usia dan mengingat esok masih ada kehidupan kekal di akhirat membuat kita berupaya untuk terus beribadah. Berbuat di dunia semaksimal mungkin, dan tidak melupakan akhirat dimana kelak kita hidup kekal di dalamnya. Semoga saya dan kita semua diberikan kekuatan oleh Allah SWT untuk terus berbuat kebaikan, dan kemudian diberikan kekutan untuk menerima dengan ikhlas cobaan yang diberikan bisa berupa kesulitan, ataupun kesenangan.

1 komentar: